SELAMAT DATANG DI BLOG CAH SEMAR - NGELOWETAN MIJEN,DEMAK

Minggu, 11 Maret 2012

Sebilah pedang dan sebuku bambu

Air berlari-lari hingga tumpah mengucur
dari mulut gelas
seperti riak jeram berpaut keras
tak bersisa, meninggalkan hening dan bening
lalu, siapa lagikah yang menghadirkan ceria di kala senyap?
walau lidah tiada bertulang
namun lebih tajam dari sebilah pedang
begitu juga runcing pena lebih dari
sebuku bambu dan tinta ini hinggap
bagai tetes darah terhunus sebilah pedang dan sebuku bambu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar