SELAMAT DATANG DI BLOG CAH SEMAR - NGELOWETAN MIJEN,DEMAK

Kamis, 08 Maret 2012

Kehilangan Cinta

Bolehkah aku mengagumimu..
Walau hanya sejengkang waktu yang akan berlalu. Mata itu yang selalu mengingatkanku akan adanya sebuah cinta yang tak pernah sempurna.

Bolehkan aku mengagumimu..
Wahai seseorang, Wahai kamu, Wahai penjajah jiwa yang sering hampa, kamu berbeda dan aku selalu mengingatnya.

Bolehkah aku mengagumimu..
Hanya sebatas memandangmu jauh, merasalah setiap sakit yang kau goreskan dalam sebuah cinta yang tidak pernah kumiliki.

Bolehkah aku mengagumimu..
Dari kutub rindu yang tertaut oleh kutub cinta yang tak pernah sejajar. Kita berbeda dan engkau mengetahuinya.

Bolehkah aku mengagumimu..
Andai saja ada ribuan orang sepertimu, tak akan aku mencarimu dalam kesunyian yang selalu kau cintai. Kesendirian yang selalu engkau campuri. Anti sosial dan idealisme yang selalu engkau pilih untuk selalu menjadi pengantinmu.

Bolehkah aku mengulangnya kembali, Aku ingin mengagumimu.. Mengagumimu.. Mengagumimu..
Engkau tak pernah melukai hatiku, Tapi engkau selalu merobeknya tanpa rasa. Sempurna sakit ini hingga tak terasa.

Ada sesuatu dengan kebiasaanmu, yang selalu menjadi langganan bayangan yang sempurna dalam kalut yang kucipta.

Engkau seperti kabut yang mencemarkan hati, memperkeruh jiwa, mengkontaminasi rasa menjadi begitu indahnya, Rasa yang tak pernah kukenal namun aku begitu menyukainya.

Kesempatan itu tak pernah ada untuk kita. Ia hilang terbang bersama ilalang bergoyang.. begitu lembut, menyentuh hingga tertunduk termakan tanah basah, engkaupun ikut larut bersamanya, Sempurna, hilang yang begitu sempurna.

Aku kehilanganmu,
Aku kehilangan cintamu,
Aku kehilangan semuanya. 
Aku kehilangan mata indahmu,
Aku kehilangan tangan kekarmu,
Aku kehilangan senyum manismu,
Aku kehilangan cerca romantismu, 
Aku kehilangan pandangan matamu, 
Aku kehilangan sapaan konyolmu,
Aku kehilangan apa yang tak ingin kuhilangkan.

Kapan engkau akan kembali membawanya untukku ?
Kapan engaku akan kembali mengembalikan kehidupanku seperti yang dulu ?
Kapan cinta ini akan punah ?
Dan kapan engkau akan meninggalkan sebuah nama yang indah?
Almarhum.. Aku akan lebih puas mendengarnya begitu..
Cinta akan terkubur bersanma jasadmu, dan terimakasihku kepadamu karena telah membebaniku sebuah cinta yang tak pernah bisa di berikan oleh siapapun kepadaku seperti cintamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar