Sok Manja
“Saya paling sebal menghadapi perempuan yang suaranya sok
manja. Menye-menye begitu deh, mirip gaya bicara aktris kita di
sinetron-sinetron. Saya pernah ketemu perempuan seperti ini. Rasanya
saya pengin tarik bibirnya. Kesannya, ini perempuan ringkih banget sih.
Saya pernah lho menegur dia. Saya bilang saja kenapa sih kamu kok
ngak-ngek gitu. Biasa saja kenapa.”
Kasar
“Saya enggak tahan dengan perempuan yang gaya bicaranya kasar.
Apalagi dalam ucapannya keluar kata-kata yang enggak pantas. Semua
penghuni kebun binatang dikeluarkan. Secantik apa pun dia, poinnya pasti
turun di mata saya. Beda kalau konteksnya memang sahabatan, sudah kenal
lama denganya. Tapi kalau baru kenal, dalam kondisi kencan, dia sudah
bicara kasar, maaf-maaf saja deh.”
Merepet
Gaya bicara perempuan yang merepet seperti kereta api, tidak
memberi kesempatan para pria bicara, juga membuat mereka hilang selera.
“Saya pernah bertemu dengan perempuan yang kalau bicara merepet, tidak
mengenal koma dan titik. Terus saja nyerocos bicara, padahal saya sudah
malas mendengarnya. Yang ada di pikiran saya waktu itu? Pusing! Enggak
bisa berpikir.”
Suara Kartun
“Saya pernah bertemu perempuan yang suaranya terdengar cemen.
Mirip suara dalam film-film kartun. Awalnya saya enggak tahu suaranya
seperti itu. Habis, orangnya cantik dan pakaiannya anggun. Tapi begitu
ngomong, suaranya itu lho bikin siapa pun yang mendengarnya pasti
ketawa. Waktu itu saya hanya bisa ketawa sendiri dalam hati. Saya
ceritakan kejadian ini pada teman, eh dia cerita lagi ke teman-teman
yang lain”
Melengking
“Gimana mau berlama-lama ngobrol dengan dia, lha ngobrol dengan
dia kayak sedang ngobrol di hutan. Suaranya melengking banget. Apalagi
kalau sudah tertawa, bikin sakit telinga. Kalau enggak di depan umum
sih, enggak masalah. Tapi kalau kebetulan sedang di tempat umum,
misalnya di resto, bikin malu. Pernah dia tertawa ngakak di resto,
spontan semua orang menengok ke arah kami. Saya hanya bisa cengar-cengir
saja kayak orang tolol.”
Cempreng
“Wajah sih cantik, bodi juga boleh seksi, tapi kalau suaranya cempreng
mirip kaleng rombeng, enggak masuk deh dalam daftar perempuan incaran.
Saya pernah punya teman yang seperti ini. Saya to the point saja bilang
ke dia bahwa dia lebih cantik kalau diam. Saya suka bercandain kalau dia
bicara lebih baik pakai bahasa isyarat saja biar kecantikan dan
keseksiannya terjaga, ha-ha-ha.”
Gaya Mpok Minah
“Sewaktu saya menonton Bajaj Bajuri, saya kira gaya bicara Mpok Minah
itu mengada-ada. Ternyata saya pernah bertemu dengan seorang perempuan
yang gaya bicaranya seperti Mpok Minah. Sebentar-sebentar bilang maaf,
ya Mas. Salah sedikit mengucap, “Aduuh maaf, ya Mas.” Sopan sih sopan,
lugu sih lugu, tapi kesannya jadi enggak pede. Dalam lima belas menit,
dia mengucap maaf lima kali. Bayangkan kalau dua jam saya ngobrol
dengannya, ha-ha-ha.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar