Membahas tentang sejarah kadang-kadang
terlalu pahit untuk ditelan dan terlalu pedas untuk dirasakan, apalagi
membahas sejarah di mana kala itu masalah tulis menulis belum mendapat
perhatian, sungguh sulit untuk merasakan, apalagi untuk menentukan
letak, tahun sungguh sulit sekali untuk mencari tahu. Sejarah berdirinya suatu kerajaan adalah cermin
kaca benggal yang pernah memuat berbagai fakta yang terjadi pada masa
silam. Segala sesuatu yang telah tergores dalam kaca sejarah tak lagi
dapat terhapus. Orang boleh bilang apa saja, namun kenyataanlah yang
selalu dipercaya. Orang yang senang dan apalagi ada pesan politik di
dalamnya pasti selalu menyanjungnya, bahkan mungkin mengkultuskanya,
namun yang tidak senang pasti akan berusaha untuk menghapuskanya dan
akhirnya melupakannya. Namun bagaimanapun juga tindakan semua itu tidak
akn mampu untuk melenyapkan kebenaran sejarah. Orang bisa saja membuta
berbagia macam tafsir, namun kenyataaan sejarah yang ditafsirkan tidak
akan berubah.
Pertama : Ada berbagai
fersi mengenal kapan kerajaan itu berdiri. Ada yang menyebut tahun 1478
M, yang mengacu pada cadasengkala, Sirna Ilang Kertaning Bhumi . Tahun
Caka 1400 ( Sirna=0, Ilang=0, Kertaning=4, Bhumi=1 ). Tapi ada juga
yang mengacu pada sinengkalan, Geni Mati Siniram Janmi, Tahun
Caka 1403 yang berarti tahun 1481 M, bahkan menurut Tim Peneliti Sejarah
berdirinya kota Demak, Raden Fattah dinobatkan sebagai sultan Demak
yaitu pada tanggal 12 Robiul awal tahun Caka 1425 (28 Maret 1503 M)
setiap tanggal tersebut selalu diperingati sebagia hari jadi kota Demak.
Kedua : Sejauh ini belum
diketahui secara pasti letak bekas keraton Demak. Banyak sejarahwan yang
datang untuk meneliti dan mencari tahu keberadaan keraton, nmun hingga
kini lokasi keraton itu masih misteri, mungkin keraton Demak dulunya
memang tidak ada atau mungkin keraton telah di hancurkan oleh
lawan-lawanya.
Kesulitan melacak keberadaan keraton,
dimungkinkan karena masa pemerintahan kerajaan Demak tak berumur
panjang, yakni hanya tiga generasi saja. Sultan Fattah
memerintah tahun 1478 M – 1518M, Adipati Unus (Pangeran Sabrang
Lor) hanya memrintah selama tiga tahun yaitu 1518 M – 1521M.
Dilanjutkan Sultan Trenggono memrintah tahun 1521M –
1546M, yang sekaligus menjadi sultan terakhir di kesultanan Demak.
Setelah itu terjadilah perebutan kekuasaan antar keluarga antara Aryo
Penangsang dan Jaka Tingkit yang akhirnya di mengkan oleh Jaka Tingkir.
Kemudian pusat pemerintahan kerajaan ke Pajang (dekat Solo) di perintah
oleh Sultan Hadi Wijaya (Jaka Tingkir) sejak saat itu era kerajaan Demak
praktis telah berakhir, dengan meningglkan banyak catatan sejarah yang
hilang.
Demikian sejarah Kerajaan Demak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar