SELAMAT DATANG DI BLOG CAH SEMAR - NGELOWETAN MIJEN,DEMAK
Senin, 09 Januari 2012
Selasa, 13 Desember 2011
surah / chapter by_maulana lana
Surah / Chapter
News
-
9/2/09
-
12/3/08
-
12/2/08
Loading...
1. Al-Fatihah
2. Al-Baqarah
3. 'Ali `Imran
4. An-Nisa'
5. Al-Ma'idah
6. Al-'An`am
7. Al-'A`raf
8. Al-'Anfal
9. At-Tawbah
10. Yunus
11. Hud
12. Yusuf
13. Ar-Ra`d
14. 'Ibrahim
15. Al-Hijr
16. An-Nahl
17. Al-'Isra'
18. Al-Kahf
19. Maryam
2. Al-Baqarah
3. 'Ali `Imran
4. An-Nisa'
5. Al-Ma'idah
6. Al-'An`am
7. Al-'A`raf
8. Al-'Anfal
9. At-Tawbah
10. Yunus
11. Hud
12. Yusuf
13. Ar-Ra`d
14. 'Ibrahim
15. Al-Hijr
16. An-Nahl
17. Al-'Isra'
18. Al-Kahf
19. Maryam
20. Taha
21. Al-'Anbya'
22. Al-Haj
23. Al-Mu'minun
24. An-Nur
25. Al-Furqan
26. Ash-Shu`ara'
27. An-Naml
28. Al-Qasas
29. Al-`Ankabut
30. Ar-Rum
31. Luqman
32. As-Sajdah
33. Al-'Ahzab
34. Saba'
35. Fatir
36. Ya-Sin
37. As-Saffat
38. Sad
21. Al-'Anbya'
22. Al-Haj
23. Al-Mu'minun
24. An-Nur
25. Al-Furqan
26. Ash-Shu`ara'
27. An-Naml
28. Al-Qasas
29. Al-`Ankabut
30. Ar-Rum
31. Luqman
32. As-Sajdah
33. Al-'Ahzab
34. Saba'
35. Fatir
36. Ya-Sin
37. As-Saffat
38. Sad
39. Az-Zumar
40. Ghafir
41. Fussilat
42. Ash-Shuraa
43. Az-Zukhruf
44. Ad-Dukhan
45. Al-Jathiyah
46. Al-'Ahqaf
47. Muhammad
48. Al-Fath
49. Al-Hujurat
50. Qaf
51. Adh-Dhariyat
52. At-Tur
53. An-Najm
54. Al-Qamar
55. Ar-Rahman
56. Al-Waqi`ah
57. Al-Hadid
40. Ghafir
41. Fussilat
42. Ash-Shuraa
43. Az-Zukhruf
44. Ad-Dukhan
45. Al-Jathiyah
46. Al-'Ahqaf
47. Muhammad
48. Al-Fath
49. Al-Hujurat
50. Qaf
51. Adh-Dhariyat
52. At-Tur
53. An-Najm
54. Al-Qamar
55. Ar-Rahman
56. Al-Waqi`ah
57. Al-Hadid
58. Al-Mujadila
59. Al-Hashr
60. Al-Mumtahanah
61. As-Saf
62. Al-Jumu`ah
63. Al-Munafiqun
64. At-Taghabun
65. At-Talaq
66. At-Tahrim
67. Al-Mulk
68. Al-Qalam
69. Al-Haqqah
70. Al-Ma`arij
71. Nuh
72. Al-Jinn
73. Al-Muzzammil
74. Al-Muddaththir
75. Al-Qiyamah
76. Al-'Insan
59. Al-Hashr
60. Al-Mumtahanah
61. As-Saf
62. Al-Jumu`ah
63. Al-Munafiqun
64. At-Taghabun
65. At-Talaq
66. At-Tahrim
67. Al-Mulk
68. Al-Qalam
69. Al-Haqqah
70. Al-Ma`arij
71. Nuh
72. Al-Jinn
73. Al-Muzzammil
74. Al-Muddaththir
75. Al-Qiyamah
76. Al-'Insan
77. Al-Mursalat
78. An-Naba'
79. An-Nazi`at
80. `Abasa
81. At-Takwir
82. Al-'Infitar
83. Al-Mutaffifin
84. Al-'Inshiqaq
85. Al-Buruj
86. At-Tariq
87. Al-'A`la
88. Al-Ghashiyah
89. Al-Fajr
90. Al-Balad
91. Ash-Shams
92. Al-Layl
93. Ad-Duhaa
94. Ash-Sharh
95. At-Tin
96. Al-`Alaq78. An-Naba'
79. An-Nazi`at
80. `Abasa
81. At-Takwir
82. Al-'Infitar
83. Al-Mutaffifin
84. Al-'Inshiqaq
85. Al-Buruj
86. At-Tariq
87. Al-'A`la
88. Al-Ghashiyah
89. Al-Fajr
90. Al-Balad
91. Ash-Shams
92. Al-Layl
93. Ad-Duhaa
94. Ash-Sharh
95. At-Tin
97. Al-Qadr
98. Al-Bayyinah
99. Az-Zalzalah
100. Al-`Adiyat
101. Al-Qari`ah
102. At-Takathur
103. Al-`Asr
104. Al-Humazah
105. Al-Fil
106. Quraysh
107. Al-Ma`un
108. Al-Kawthar
109. Al-Kafirun
110. An-Nasr
111. Al-Masad
112. Al-'Ikhlas
113. Al-Falaq
114. An-Nas
QUR AN by_maulana lana
Surah / Chapter
Languages
Arabic
English
Other Languages
News
-
9/2/09
-
12/3/08
-
12/2/08
Loading...
Surat Al-Fātiĥah (The Opener) - سورة الفاتحة
Sahih
International
In the name of
Allah , the Entirely Merciful, the Especially Merciful.
Indonesian
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang.
Sahih
International
[All] praise
is [due] to Allah , Lord of the worlds -
Indonesian
Segala puji bagi Allah,
Tuhan semesta alam.
Sahih
International
The Entirely
Merciful, the Especially Merciful,
Indonesian
Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang.
Sahih
International
Sovereign of
the Day of Recompense.
Indonesian
Yang menguasai di Hari
Pembalasan.
Sahih
International
It is You we
worship and You we ask for help.
Indonesian
Hanya Engkaulah yang
kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Sahih
International
Guide us to
the straight path -
Indonesian
Tunjukilah kami jalan yang
lurus,
Sahih
International
The path of
those upon whom You have bestowed favor, not of those who have evoked
[Your] anger or of those who are astray.
Indonesian
(yaitu) Jalan
orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
belajar tajwid
belajar tajwid
tajwid by maulana lana/////////.................
Tajwīd (تجويد) secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, [1] tajwid berasal dari kata Jawwada (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran maupun bukan.
Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani.
Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran. Para ulama menyatakan bahwa hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf atau dewasa.
manakala basmalah adalah lafaz: "Bismillahir rahmaanir rahiim" (ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺤﻤﻦ ﺍﻟﺮﺤﻴﻢ).
Terdapat empat cara membaca iati'azah, basmalah dan surat:
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum nun mati dan tanwin
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum mim mati
Contoh: ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Alif Lam
Alif lam ma'rifah adalah dua huruf
yang ditambah pada pangkal/awal dari kata yang bermakna nama atau
isim .Terdapat dua jenis alif lam ma'rifah yaitu qamariah
dan syamsiah.
Alif lam qamariah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah, seperti: alif/hamzah(ء), ba' (ب), jim (ج), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), fa' (ف), qaf (ق), kaf (ك), mim (م), wau (و), ha' (ﮬ) dan ya' (ي). Hukum alif lam qamariah diambil dari bahasa arab yaitu al-qamar (ﺍﻟﻘﻤﺮ) yang artinya adalah bulan. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini adalah dibacakan secara jelas tanpa meleburkan bacaannya.
Alif lam syamsiah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah seperti: ta' (ت), tha' (ث), dal (د), dzal (ذ), ra' (ر), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), lam (ل) dan nun (ن). Nama asy-syamsiah diambil dari bahasa Arab (ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ) yang artinya adalah matahari. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini tidak dibacakan melainkan dileburkan kepada huruf setelahnya.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: idgham
Idgham
(ﺇﺩﻏﺎﻡ) adalah berpadu atau bercampur antara dua
huruf atau memasukkan satu huruf ke dalam huruf yang lain. Maka dari
itu, bacaan idgham harus dilafazkan dengan cara meleburkan suatu huruf
kepada huruf setelahnya. Terdapat tiga jenis idgham:
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum
mad
Mad berarti melanjutkan atau melebihkan. Dari segi
istilah ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermakna memanjangkan suara
dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad. Terdapat
dua bagian mad, yaitu mad asli dan mad far'i. Terdapat tiga huruf mad
yaitu alif, wau, dan ya' dan huruf tersebut haruslah berbaris mati atau
saktah. Panjang pendeknya bacaan mad diukur dengan menggunakan
harakat.
Lihat juga: Hukum mad, Harakat.
Bacaan ra' harus dikasarkan apabila:
Artikel utama untuk bagian ini adalah: kalkalah
Qalqalah
(ﻗﻠﻘﻠﻪ) adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah
dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul. Huruf qalqalah ada lima
yaitu qaf (ق), tha (ط), ba' (ب),
jim (ج), dan dal (د). Qalqalah
terbagi menjadi dua jenis:
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Makhraj
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sifat huruf
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Wakaf (tajwid)
Waqaf dari sudut bahasa ialah berhenti
atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan
bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk
bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Terdapat empat
jenis waqaf yaitu:
Tajwīd (تجويد) secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, [1] tajwid berasal dari kata Jawwada (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran maupun bukan.
Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani.
Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran. Para ulama menyatakan bahwa hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf atau dewasa.
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting] Dalil tentang tajwid
Adapun dalil dalil yang mewajibkan membaca al-Quran dengan tajwid antara lain:- ada pun dalil yang pertama di ambil dari al-Quran. allah swt berfirman yang artinya “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS:Al-Muzzammil (73): 4]. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca al-Quran yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).
- yang kedua dalil as sunah ( hadist ). Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a.(istri Nabi SAW), ketika beliau ditanya tentang bagaiman bacaan dan sholat Rasulullah SAW, maka beliau menjawab: ”Ketahuilah bahwa Baginda s.a.w. sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah s.a.w. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi).
- yang ketiga adalah dalil ijma ulama. adalah telah sepakat para ulama dari zaman rasulullah sampai zaman sekarang, bahwa membaca alqur’an dengan bertajwid adalah sesuatu yang fardhu dan wajib.
[sunting] Hukum taawuz dan basmalah
Isti'azah atau taawuz adalah lafaz: "A'uzubillahi minasy syaitaanir rajiim" (ﺍﻋﻮﺬ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ)manakala basmalah adalah lafaz: "Bismillahir rahmaanir rahiim" (ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺤﻤﻦ ﺍﻟﺮﺤﻴﻢ).
Terdapat empat cara membaca iati'azah, basmalah dan surat:
- memutuskan isti'azah (berhenti) kemudian baru membaca basmalah,
- menyambungkan basmalah dengan surah tanpa berhenti,
- membaca isti'azah dan basmalah terus-menerus tanpa henti,
- membaca isti'azah, basmalah dan awal surat terus-menerus tanpa berhenti.
- memisahkan basmalah dengan surat,
- menghubungkan basmalah dengan awal surat,
- menghubungkan kesemuanya.
- menghubungkan akhir surat dengan basmalah lalu berhenti. Kemudian, barulah membaca surat yang seterusnya tanpa basmalah. Walau bagaimana pun, tidak harus membaca demikian karena ditakuti bahwa ada yang menganggap basmalah adalah salah satu ayat daripada surat yang sebelumnya.
[sunting] Hukum nun mati dan tanwin
[sunting] Hukum mim mati
[sunting] Hukum mim dan nun tasydid
Hukum mim dan nun tasydid juga disebut sebagai wajibal ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ) yang bermakna bahwa pembaca wajib untuk mendengungkan bacaan. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. Hukum ini berlaku bagi setiap huruf mim dan nun yang memiliki tanda syadda atau bertasydid (ﻡّ dan نّ).Contoh: ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ
[sunting] Hukum alif lam ma'rifah
Alif lam qamariah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah, seperti: alif/hamzah(ء), ba' (ب), jim (ج), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), fa' (ف), qaf (ق), kaf (ك), mim (م), wau (و), ha' (ﮬ) dan ya' (ي). Hukum alif lam qamariah diambil dari bahasa arab yaitu al-qamar (ﺍﻟﻘﻤﺮ) yang artinya adalah bulan. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini adalah dibacakan secara jelas tanpa meleburkan bacaannya.
Alif lam syamsiah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah seperti: ta' (ت), tha' (ث), dal (د), dzal (ذ), ra' (ر), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), lam (ل) dan nun (ن). Nama asy-syamsiah diambil dari bahasa Arab (ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ) yang artinya adalah matahari. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini tidak dibacakan melainkan dileburkan kepada huruf setelahnya.
[sunting] Lihat pula
[sunting] Hukum idgham
- Idgham mutamathilain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ - yang serupa) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya) dal bertemu dal dan sebagainya. Hukum adalah wajib diidghamkan. Contoh: ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.
- Idgham mutaqaribain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻴﻦ - yang hampir) ialah pertemuan dua huruf yang sifat dan makhrajnya hampir sama, seperti ba' bertemu mim, qaf bertemu kaf dan tha' bertemu dzal. Contoh: ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ
- Idgham mutajanisain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﺠﺎﻧﺴﻴﻦ - yang sejenis) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama makhrajnya tetapi tidak sama sifatnya seperti ta' dan tha, lam dan ra' serta dzal dan zha. Contoh: ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ
[sunting] Hukum mad
Lihat juga: Hukum mad, Harakat.
[sunting] Hukum ra'
Hukum ra' adalah hukum bagaimana membunyikan huruf ra' dalam bacaan. Terdapat tiga cara yaitu kasar atau tebal, halus atau tipis, atau harus dikasarkan dan ditipiskan.Bacaan ra' harus dikasarkan apabila:
- Setiap ra' yang berharakat atas atau fathah.
- Contoh: ﺭَﺑﱢﻨَﺎ
- Setiap ra' yang berbaris mati atau berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris atas atau fathah.
- Contoh: ﻭَﺍﻻَﺭْﺽ
- Ra' berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah atau kasrah.
- Contoh: ٱﺭْﺟِﻌُﻮْﺍ
- Ra' berbaris mati dan sebelumnya huruf yang berbaris bawah atau kasrah tetapi ra' tadi berjumpa dengan huruf isti'la'.
- Contoh: ﻣِﺮْﺻَﺎﺪ
- Setiap ra' yang berbaris bawah atau kasrah.
- Contoh: ﺭِﺟَﺎﻝٌ
- Setiap ra' yang sebelumnya terdapat mad lain
- Contoh: ﺧَﻴْﺮٌ
- Ra' mati yang sebelumnya juga huruf berbaris bawah atau kasrah tetapi tidak berjumpa dengan huruf isti'la'.
- Contoh: ﻓِﺮْﻋَﻮﻦَ
- Contoh: ﻓِﺮْﻕ
-
- Isti'la' (ﺍﺳﺘﻌﻼ ﺀ): terdapat tujuh huruf yaitu kha' (خ), sod (ص), dhad (ض), tha (ط), qaf (ق), dan zha (ظ).
[sunting] Qalqalah
- Qalqalah kecil yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
- Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ
- Qalqalah besar yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dalam keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan diwaqafkan tetapi tidak diqalqalahkan apabila bacaan diteruskan.
- Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ
[sunting] Makhraj huruf
[sunting] Sifat huruf
[sunting] Waqaf (وقف)
- ﺗﺂﻡّ (taamm) - waqaf sempurna - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak memengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya;
- ﻛﺎﻒ (kaaf) - waqaf memadai - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya;
- ﺣﺴﻦ (Hasan) - waqaf baik - yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa memengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya;
- ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih) - waqaf buruk - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.
[sunting] Tanda-tanda waqaf
- Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya;
- tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.
- tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.
- tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti;
- tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad;
- tanda sad-lam-ya' ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari "Al-washl Awlaa" yang bermakna "wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik", maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik;
- tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari "Qiila alayhil waqf" yang bermakna "telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya", maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan;
- tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari "Qad yuushalu" yang bermakna "kadang kala boleh diwasalkan", maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan;
- tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti;
- tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan;
- tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas;
- tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud "Jangan berhenti!". Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung mahupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak;
- tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari "Kadzaalik" yang bermakna "serupa". Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul;
- tanda bertitik tiga ( ... ...) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta'anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.
[sunting] Lihat pula
[sunting] Referensi
| Artikel bertopik bahasa dan sastra Arab ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Langganan:
Postingan (Atom)